Kayutangi’s Blog


PALMISTRI : RAHASIA-RAHASIA TANGAN
28 Januari 2009, 17:23
Diarsipkan di bawah: kebudayaan

palmistryChiromancy atau yang lebih dikenal dengan Palmistri adalah suatu studi tentang garis-garis tangan manusia yang mana telah dikenal sebagai ramalan tangan selama ribuan tahun. Bangsa Cina kuno telah mempelajari tangan sejak awal abad ke-3 SM. Di India analisis tangan dicatat dalam catatan ilmiah seperti Shastra yang monumental yang mana ditulis oleh empu bangsa Arya dan juga dikenal dengan teks Veda. Karya tulis ini mengikutsertakan pembacaan mengenai kepala, dada dan kaki yang mana merupakan pengetahuan awal tentang ilmu pengobatan Ayurveda. Popularitas palmistry di timur dekat dan timur tengah juga menyiratkan sejarah lama yang diturunkan melalui bangsa Kaldea, Sumeria dan Babilonia. Bangsa Yunani Purba adalah pakar tangan yang sangat hebat, dan beberapa sumber mencatat bahwa Aristoteles menemukan sebuah makalah Arab purba mengenai sebuah tangan di atas sebuah mezbah tempat pemujaan Hermes, yang dikirim kepada muridnya yang paling termasyur Alexander Agung. Pemikir Yunani Anasagoras mengemukakan bahwa superioritas manusia atas hewan karena kemampuan manusia dalam menggunkan kedua tangannya. Aristoteles dalam Treatise on The Parts of Animals mengkhususkan satu bagian tersendiri dalam makalah tersebut untuk mengecam mengenai kepercayaan ini di mana ia menilai intelegensia yang superior yang dimiliki oleh manusia yang memberinya intelektual untuk menggunakan kedua tangannya sebagai fakta yang lebih penting dalam superioritas manusia. Bangsa Romawi tertarik pada tangan bersama dengan hamper segala macam jenis ramalan yang mungkin ada. Artemidorus menulis sebuah naskah yaitu Tafsir Mimpi-Interpretation of Dreams. Yosephus seorang sejarawan Yahudi mencatat bahwa Julius Caesar sangat terampil dalam membaca tangan, sehingga mencatat “ Mustahil bagi laki-laki mana pun yang telapak tangannya pernah dilihat Caesar untuk menipunya”. Tangan muncul secara signifikan dalam Alkitab dengan acuan terinci pada palmistri yaitu dalam Amsal 3:16 “ Umur panjang ada di tangan kanannya, di tangan kiri kekayaan dan kehormatan”. Kebiasaan merentangkan tangan melintasi semua kepercayaan dan benua mulai dari suku Indian sampai para pendeta di Nepal.
Akan tetapi baru pada abad ke-19 Palmistri mulai dicatat secara sistematis, para penulis paling berpengaruh adalah para praktisi palmistry Perancis, D’Arpentigny dan Desbarolles yang menetukan peraturan-peraturan dasar untuk menggolongkan tangan. D’arpentigny mengklasifikasikan jenis-jenis utama tangan pada tahun 1843 sebuah sistem yang masih diikuti sampai sekarang.
Mulai dari Cina Kuno ± 5.000 tahun yang lalu sampai ke era modern tangan dengan bukit dan lembah , serta jalan dan sungai pada telapak tangan memberi peta dari wilayah kehidupan untuk memandu pada pengertian yang lebih besar dari perasaan dalam batin kita dan prestasi yang tentu saja bisa dicapai asal ada minat.
Dalam Palmistri ada konsep mengenai tangan dan pikiran, gunung-gunung dan artinya, jari dan ibu jari, ibu jari yang jempol, garis-garis utama, garis-garis cabang, tanda-tanda peringatan, tanda-tanda khusus, bergandengan tangan, semua jari d an ibu jari, kesehatan d alam tangan.

Disadur dari buku Palmistri karya Olga Lempiinska


Belum Ada Tanggapan sejauh ini
Tinggalkan komentar



Tinggalkan komentar
Baris dan paragraf terpisah secara otomatis, alamat email tidak akan ditampilkan, kode HTML diperbolehkan: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>