Kayutangi’s Blog


CBS: PASAR PERMATA DI MARTAPURA
30 Januari 2009, 18:28
Filed under: Uncategorized | Tag:

PASAR CAHAYA BUMI SELAMAT TERLETAK DI KOTA MARTAPURA DISINI DAPAT DIJUMPAI BERBAGAI JENIS KERAJINAN KALIMANTAN KHUSUSNYA KALIMANTAN SELATAN, TETAPI PASAR CBS TERUTAMA TERKENAL SEBAGAI TEMPAT PENJUALAN BERBAGAI KERAJINAN BATU BERHARGA BAIK INTAN DARI CEMPAKA, JAMRUD, MERAH DELIMA DAN LAINNYA. BERJARAK 36 KM DARI KOTA BANJARMASIN, ATAU KURANG LEBIH 15 MENIT DARI BANDARA SYAMSUDIN NOORPASAR BERMATA;CBS MARTAPURA



WARUNG MAKAN TERAPUNG DI MUARA KUIN
29 Januari 2009, 19:36
Filed under: Uncategorized | Tag:

WARUNG MAKAN TERAPUNG ADALAH ISTILAH PENULIS UNTUK MENYEBUT KLOTOK (PERAHU BERMOTOR) DI MUARA KUIN, YAITU PERTEMUAN SUNGAI KUIN DENGAN SUNGAI BARITO TEMPAT LOKASI SALAH SATU PASAR TERAPUNG DI BANJARMASIN YANG MANA BERFUNGSI SEBAGAI WARUNG MAKAN. WARUNG MAKAN TERAPUNG MENYEDIAKAN MAKANAN KHAS BANJAR BERUPA SOTO BANJAR, KUE TRADISIONAL BANJAR ATAU WADAI, SERTA MAKANANA DAN MINUMAN LAINNYA.

KLOTOK WARUNG MAKAN

KLOTOK WARUNG MAKAN



NYANTAI
29 Januari 2009, 17:47
Filed under: Uncategorized

ORANG UTAN DI RAGUNANNYANTAI AH



PALMISTRI : RAHASIA-RAHASIA TANGAN
28 Januari 2009, 17:23
Filed under: kebudayaan

palmistryChiromancy atau yang lebih dikenal dengan Palmistri adalah suatu studi tentang garis-garis tangan manusia yang mana telah dikenal sebagai ramalan tangan selama ribuan tahun. Bangsa Cina kuno telah mempelajari tangan sejak awal abad ke-3 SM. (lagi…)



PASAR TERAPUNG DI TELUK KUIN – BANJARMASIN
8 Januari 2009, 09:17
Filed under: Uncategorized

PASAR TERAPUNG DI TELUK KUIN – BANJARMASIN
FLOATING MARKET AT TELUK KUIN – BANJARMASIN
BUDAYA SUNGAI YANG BERTAHAN Di MASYARAKAT BANJAR

Pasar terapung adalah istilah masyarakat Banjar untuk menyebut tempat kegiatan transaksi antara pedagang dan pembeli yang dilakukan di sungai-sungai di wilayah Banjarmasin, Kalimantan Selatan dan sekitarnya dengan menggunakan perahu. Orang Banjar demikian masyarakat asli Banjarmasin disebut merupakan masyarakat yang besar dan tumbuh di dataran banjir Sungai Barito dan anak-anak sungai sekitarnya, hal ini mempengaruhi tingkah laku dan adat istiadat masyarakat suku Banjar yang menjadikan sungai sebagai harapan dan gantungan hidup mereka. Namun seiring perubahan waktu paradigma masyarakat sungai yang melekat pada suku Banjar mulai agak terkikis, perubahan arah pembangunan di Banjarmasin yang lebih mengarah ke daratan dan mengabaikan sungai sebagai urat nadi kehidupan dan cikal bakal budaya Banjar membuat kesan tersebut semakin kuat. Banjarmasin kota seribu sungai sekarang malah lebih dikenal sebagai kota seribu ruko.
Namun kalau kita mau meyusuri Sungai Martapura (salah satu anak sungai Barito) yang membelah Kota Banjarmasin maka jejak budaya masyarakat Sungai ini masih bisa kita temui, kita dapat mengamati bagaimana masyarakat Banjar medirikan rumah mereka di sepanjang tepian sungai, bagaimana mereka memanfaatkan sungai sebagai tempat mandi, cuci, kakus tanpa mengalami kendala dengan kesehatan mereka, bagaimana anak-anak kecil mereka begitu berani bermain dengan sungai sementara orang tua mereka memanfaatkan sungai sebagai tempat menopang hidup baik sebagai pencari udang, ikan, pembawa klotok (perahu motor kecil), pedagang kayu dan lainnya.
Di pertemuan antara sungai Martapura dan Sungai Barito yang lebih dikenal dengan Teluk Kuin terdapat salah satu dari Dua Pasar Terapung yang masih hidup sampai sekarang di tengah masyarakat Banjar. Pasar ini merupakan salah satu urat nadi ekonomi masyarakat Banjar yang hidup di sekitarnya, yaitu Orang Kuin, Orang Jelapat dan Orang Alalak, disitu dapat dilihat bagaimana mereka menggunakan jukung (sampan tradisional Banjar) yang dipenuhi dengan hasil bumi seperti sayur-mayur, jeruk dari Marabahan, mangga, ikan dan udang sungai hasil tangkapan untuk diperjualbelikan baik dengan cara dijual maupun dibarter dengan barang lain yang diperlukan. Jukung-jukung yang digunakan biasanya dibawa ke Teluk Kuin dengan cara diikat ke Klotok ± 5 sampai 6 dan ditarik ke lokasi pasar terapung.
Pasar terapung biasanya berlangsung setelah Subuh atau ± pukul 05.00 WITA, suasana pagi yang remang-remang, hilir mudik jukung dan bunyi mesin klotok yang hilir mudik ditingkahi suara tawar menawar pedagang yang didominasi kaum ibu dalam bahasa Banjar membuat suasana semakin ramai. Matahari pagi yang mulai muncul dengan sinar keemasan di balik rumah-rumah masyarakat di sepanjang sungai membuat siluet yang indah. Ketergantungan masyarakat pesisir sungai terhadap keberadaan pasar terapung membuatnya tetap bertahan dari geliat ekonomi modern yang membuat Banjarmasin berubah menjadi salah satu kota dengan perkembangan ekonomi terpesat di Indonesia Timur. Pasar terapung tidak sekedar atraksi pertunjukan seperti yang kita sering lihat pada ikon-ikon wisata ditempat lain di Indonesia namun menjadi cerminan jejak kehidupan masyarakat sungai yang masih bertahan dan perlu dipelihara sebagai identitas suku Banjar. Sungai Barito dengan lebar sungai ± 1 km yang mana menjadi tempat atau lokasi Pasar terapung Teluk Kuin memiliki daya tarik tersendiri karena lebarnya, sungai Barito dapat dilalui Kapal penumpang maupun kapal barang sampai tongkang batubara. Kondisi hiruk pikuk kehidupan di sungai Barito yang berlangsung merupakan tambahan hiburan bagi kita sewaktu menikmati pasar teraoung.
Akses untuk menuju lokasi Pasar terapung Teluk Kuin adalah dengan menggunakan Klotok sewaan, sebaiknya menyewa klotok yang memiliki atap dengan kapasitas penumpang ± 15 orang. Klotok bisa disewa dari Siring Sungai depan Masjid Raya Banjarmasin Sabilal Muftadin atau dari Siring Sungai depan Walikota Banjarmasin dengan sewa klotok ± Rp.250.000. Kalau anda ingin lebih hemat bisa menggunakan akses melalui Dermaga Wisata Pasar Terapung di Kuin Selatan dengan biaya sewa klotok ± Rp.150.000. Pemandangan dan suasana kehidupan pagi masyarakat Banjar yang bersahaja disepanjang pesisir sungai menuju lokasi pasar terapung dapat anda nikmati jika melalui jalur Siring Masjid Raya atau Siring Walikota dan jangan lupa membawa jaket untuk mengusir dinginnya udara pagi, Anda tidak usah kwatir kelaparan karena di lokasi Pasar terapung terdapat Rumah Makan Terapung yaitu Klotok yang menyediakan makanan dan minuman berupa Soto Banjar, Kopi, Teh, dan kue tradisional Banjar (wadai) yang terkenal enak. Cara berbelanjanya pun cukup menarik, anda membayar dan mengambil makanan dengan tongkat dari klotok anda.
Sarapan pagi yang lebih eksotik dapat anda nikmati dengan mengarahkan klotok anda menuju daerah Pengambangan menuju lokasi Soto Bang Amat di tepian sungai Martapura, sop dan soto Banjar yang gurih dengan rasa lemon nipis atau sate ayam hangat dan nikmat akan menemani, selanjutnya anda dapat mengakhirinya perjalanan dengan berlabuh di depan Siring Sabilal Muftadin.
Tempat wisata lain yang anda dapat kunjungi pada wisata Pasar terapung adalah Pulau Kembang, yang berjarak kurang lebih 1 km dari lokasi pasar terapung dan Jembatan Barito yang mana merupakan akses utama menuju daerah Kalimantan Tengah dengan panjang 1 km. Di Pulau Kembang terdapat komunitas kera liar yang dianggap keramat dan di pulau inipun dapat anda jumpai Klenteng untuk memuja Dewa Kera, namun kondisi tempat wisata Pulau Kembang cukup memprihatinkan karena kurang terawatt, tiket masuk ke Pulau ini adalah Rp.3.500. Untuk menyusuri paket lengkap ke pasar terapung, Pulau Kembang dan Jembatan Barito anda harus menanyakan terlebih dahulu soal harga sewa klotok kepada pemiliknya.
Kota Banjarmasin dapat dijangkau dari jalan udara maupun laut baik dari Surabaya, Jogjakarta maupun dari Jakarta. Tiket pesawat udara menuju Banjarmasin dari Jakarta berkisar Rp.450.000 – Rp.750.000, sedangkan dari Surabaya s ekitar Rp.300.000 – Rp.500.000 ada beberapa operator penerbangan yang melayani jalur ini seperti Lion Air, Wings Air, Garuda Indonesia, Sriwijaya Air dan Batavia Air sedangkan dari Jogjakarta penerbangan hanya dilayani oleh Mandala Air dengan tiket kurang lebih Rp.650.000, dari Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin anda bisa menyewa taxy ke pusat Kota Banjarmasin yang berjarak 25 Km dengan sewa ±Rp.90.000. Di Kota Banjarmasin terdapat banyak pilihan tempat menginap mulai dari Hotel berbintang seperti Hotel Arum, Swiss Bell Hotel Banjarmasin, Hotel Mentari sampai Hotel melati, Wisma dan losmen dengan harga standar.
Demikian mungkin setelah ini anda mulai tertarik dan berkeinginan untuk mencoba menyusuri pesona Kalimantan dengan terlebih dahulu mengunjungi pasar terapung di Banjarmasin.




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.